Sore itu gerimis turun menyapa bumi, membahasi kebun, ladang, dan pesawahan di Desa Pulesari. Sebuah desa nan sejuk dan asri di Kecamatan Turi, Sleman, desa wisata penghasil salak unggulan yang melagenda ke seluruh Nusantara.  Rumput dan dedaunan seakan khusuk, melantunkan syukur kepada pemelihara alam. Sementara itu Merapi tidak lagi menampakan dirinya. Rupanya ia malu dan memilih bersembunyi dibalik kabut.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sekalipun suasana terasa begitu syahdu, tetapi kemeriahan dan kehangatan benar-benar terasa di Pendopo (). Peserta dan Mubes dan Raker Keluraha Awardee LPDP UGM tampak antusias mengikuti acara. Ya, sore itu kegiatan resmi dibuka oleh Sang Lurah, Denny Setyaji Prabowo, Prodi S-3 Ilmu Ekonomi.

“Tema Mubes dan Raker kali ini adalah kompak dan peduli dalam melayani. Fungsi keberadaan kita di kelurahan ini adalah untuk melayani seluruh awardee LPDP UGM secara khusus dan memberikan kemanfaatan bagi masyarakat sekitar”. Tegasnya penuh semangat dan disambut tepuk tangan meriah seluruh peserta.

56 mahasiswa  dari berbagai program studi magister maupun doktoral tumpah ruah  dalam merumuskan program kerja selama satu tahun kepngurusan ke depan. Program kerja ini menitikberatkan pendampingan dan bantuan bagi awardee yang membutuhkan terutama mereka yang akan dan sedang menempuh studi di UGM. Saat ini tercatat ada lebih dari 500 awardee yang sedang menempuh studi di UGM. Kompleksitas kehidupan mahasiswa pascasarjana dengan segala dinamikanya seringkali memunculkan masalah yang perlu penanganan khusus. Untuk itulah Kelurahan Awardee LPDP UGM hadir.

Sampai menjelang maghrib, gerimis masih turun. Sepertinya ia masih ingin bercengkarama dengan bumi, dengan pohon dan dedauanan. Beberapa bidang sudah menyampaikan program kerjanya. Acara akan diskor sampai setelah Isya. Sang pembawa acara mempersilahkan peserta untuk istiahat, shalat dan makan. Hidangan makam malam dengan bumbu dan aroma  khas sudah menanti di meja prasmanan.