The Details

Jul 26, 2017 .

Bintang Harapan

Indonesia kita adalah Negara besar. Negara kaya dengan segala limpahan karunia Tuhan didalamnya. Negara yang dibangun atas kerja keras para pejuang, tidak terkecuali pejuang di bidang pendidikan. Pendidikan memang salah satu saluran yang disediakan dalam kehidupan ini guna mewadahi kebutuhan masyarakat dan tidak hanya sebagai cara untuk mendapatkan posisi yang  layak dalam kehidupan dunia, akan tetapi lebih dari itu, pendidikan adalah tumpuan cara untuk memanusiakan manusia.

Proses pendidikan ditempuh melalui berbagai cara, baik formal maupun informal. Dalam kesempatan ini saya sebagai tim relawan mengikuti himpunan kami melakukan pengabdian masyarakat di wilayah Gunungkidul, tepatnya di Sekolah Dasar Ngalang Alang Ombo, di sekolah ini kami membuka kelas inspirasi untuk adik-adik dari kelas satu sampai kelas enam dengan beberapa relawan lainnya yang juga ikut terlibat dalam kegiatan ini.

Sebelum melanjutkan “catatan” ini, saya ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu. Saya Nur` Aini Fikri yang jika diuraikan lebih dalam akan mendapatkan penjabaran nama yang lebih luas lagi tersebab untuk nama ini, saya memiliki sejarah tersendiri,  sampai kemudian saya memijakkan kaki di  kota Yogyakarta ini, nama memiliki ukiran sejarahnya. Saya lahir di bulan Singa pada salah satu pulau yang identik dengan kata “pedas” dengan nama “Kabupaten  Lombok  Timur”, sedang di kampus kami Universitas Negeri Yogyakarta, saya terjerat dan jatuh cinta pada prodi Ilmu Pengetahuan Sosial, yang pada kebanyakan orang mungkin menganggapnya tidak se-spesial makanan “geprekan” di jogja ini. Dan di kelas inspirasi pada kegiatan pengabdian masyarakat kami kali ini, saya bertugas pada kelas yang jika dianalogikan dengan pohon pisang, maka kelas kami ini adalah kelas “Tunas awal”. Mengapa demikian??? Karena kelas yang kami damping ini adalah kelas awal atau kelas pertama ketika berada di sekolah dasar. Kelas dimana pondasi pengetahuan, sikap, dan perilaku perlu di tanamkan dengan sungguh-sungguh. Kelas dimana pertaruhan kharakter positif harus diperjuangkan. Kelas dimana perjuangan berkelanjutan di pupuk atas nama sosialisasi anak di sekolah. Inilah kelas kami, kelas satu. Di kelas ini saya ditemani oleh dua rekan relawanlainnya (NiswahQurrotaA`yuni_Matematika & Izzah Muyassaroh_DikDas), yang ternyata satu rekan ini seprovinsi dengan saya di bawah naungan provinsi Nusa Tenggara Barat.

Dalam kegiatan di kelas kami. Kami dan adik-adik kelas satu bermain dan belajar bersama selama kurang lebih dua jam. Di dalam kelas kami belajar mengenal nama-nama hewan beserta tempat tinggal mereka dan apa saja yang menjadi makanan mereka. Kegiatan kami ini di bagi dalam berbagai sesi, yang dimulai dari sesi menyusun puzzle hewan, mencoba menebak nama dan mencoba untuk adik-adik dapat memperkenalkan hasil susunan puzzle meraka di depan teman-teman sekelasnnya, dan tidak lupa juga untuk mereka dapat menuliskan nama mereka di dalam hasil susunan puzzle mereka. Salah satu yang unik dari susunan puzzle itu terdapat simbol dari hewan yang merepresentasikan bulan lahir “lion” saya dan adik peserta kelas inspirasi.

Sesi selanjutnya dari kegiatan kelas inpirasi ini kami isi dengan bernyanyi dan saling menyemangati, dalam sesi ini bertujuan untuk bagaimana untuk bisa tetap saling mensupport satu samalainnya, tidak lupa pula di selinngi dengan bagaimana berkreasi membuat bros poros yang kemudian hasilnya di temple dalam sebuah media yang sudah tim relawan saya dikelas satu sudah sediakan. Media tersebut berfungsi untuk mengidentifikasi tempat tinggal dan makanan apa saja yang menjadi konsumsi hewan-hewan yang mereka buat dalam bentuk bros poros tersebut.

Sesi terakhir dari kelas kami di kelas satu ini adalah sesi, berucap syukur dan membangun pondasi persahabatan dengan bermain kereta api, di sesi ini kami dan adik-adik meneriakkan bahwa  “kita luar biasa, kita bisa, salut sama kamu,  aku cinta  Indonesia, kami anak Indonesia dan kami generasi emas bangsa”.

Ucapan-ucapan itu sebagai simbol bahwa inilah kita, fondasi bangsa, dimana harapan dibangun melalui pendidikan, yang tidak hanya dimulai dari keluarga sebagai agen sosialisasi primer akan tetapi dimana sekolah juga memilki andil untuk meneruskan sosialisasi itu. Sosialisasi lanjutan dimana ide kelas inspirasi ini lahir. Sebagai bentuk dari cara kami berbagi. Berbagi pada mereka yang masih haus akan kenikmatan ilmu. Merenguk ilmu yang harusnya terus tersedia dimanapun dan kapanpun, yang diperuntukkan bagi tunas kehidupan, dengan harapan hasilnya akan semakin berkembang, menghasilkan bunga yang harum dengan isi yang padat dan memuaskan.

Dengan menjadi generasi yang padat berisi (ilmu), dengan jiwa yang terus terberkahi, dan dengan harapan yang semakin menyala,  aku, kamu dan semua adik-adik kita di kelas dan kegiatan ini, terus dapat menjadi BINTANG HARAPAN. Bintang yang membahagiakan keluarga, membanggakan guru-guru kita, memakmurkan masyarakat sekitar dan tentu saja terus memerdekakan bangsa ini. Bangsa dimana kita lahir, bertumbuh dan bergenerasi. Bangsa yang tidak tergantikan. Bangsa dimana lahir dan mati kita akan dikenang. Bangsa yang kita cintai, itulah INDONEISA. Tanah dimana para bintang kehidupan lahir, bintang harapan yang terus  BERSINAR cerah dan terang, dimanapun dan kapanpun. Bintang yang akan menjadikan kehidupan yang aman, damai dan sejahtera. Amin.

Nuraini Fikri
Awardee LPDP

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *