Bangun Kemandirian Masyarakat: Kelurahan LPDP UGM dan PK 232 Natarasa Nusantara Selenggarakan Program Awardee Merakyat di Gunungkidul
Gunungkidul, 2 November 2025 — Divisi Pengabdian dan Kerjasama (DPK) Kelurahan LPDP UGM bersama PK 232 Natarasa Nusantara melaksanakan program Awardee Merakyat di Kalurahan Nglindur, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, pada 31 Oktober – 2 November 2025. Kegiatan ini merupakan aksi nyata komitmen para penerima beasiswa LPDP UGM dalam mengimplementasikan ilmu dan kepedulian sosial untuk mendukung kemandirian masyarakat desa di bidang ekonomi, kesehatan, lingkungan, dan pendidikan.
Program ini diawali dengan asesmen kebutuhan masyarakat yang kemudian dikembangkan menjadi rangkaian kegiatan tematik. Beberapa di antaranya meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, sosialisasi gizi untuk tumbuh kembang balita, pelatihan pengolahan hasil pertanian pasca panen, edukasi pengelolaan sampah dan pembuatan ecoenzyme, pelatihan manajemen organisasi dan kepemimpinan bagi karang taruna, serta sosialisasi beasiswa dan persiapan karir bagi pemuda. Melalui pendekatan kolaboratif ini, para awardee berupaya mendorong terwujudnya desa yang mandiri, sehat, dan berdaya saing secara berkelanjutan.

Pembukaan kegiatan dilakukan di Balai Kalurahan Nglindur, dihadiri oleh puluhan warga serta Lurah Nglindur, Muhammad Hanan Amshori, S.IP, yang secara resmi membuka kegiatan tersebut. Acara dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis oleh Tim Kesehatan Awardee Merakyat bekerja sama dengan Puskesmas Girisubo. Pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah, antropometri (tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut), pemeriksaan gula darah, asam urat, serta konsultasi kesehatan.
Setelah pemeriksaan kesehatan, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi gizi dan kesehatan untuk tumbuh kembang balita guna meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai gizi anak, sekaligus untuk mencegah terjadinya stunting dan wasting. Edukasi kesehatan juga diperluas dengan sosialisasi kesehatan mental dari komunitas Mobil Anti Patah Hati untuk meningkatkan kesejahteraan psikososial masyarakat, mengingat pentingnya menjaga keseimbangan fisik dan mental dalam kehidupan sehari-hari.

Pada bidang lingkungan, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai pemilahan sampah rumah tangga, pemanfaatan limbah organik menjadi ecoenzyme, serta inisiasi pembentukan bank sampah kalurahan. Setelah penyampaian materi, masyarakat diajak mempraktikkan langsung pembuatan ecoenzyme yang disambut antusias oleh peserta. Langkah ini diharapkan menjadi awal pembentukan sistem pengelolaan sampah terpadu di Kalurahan Nglindur sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui pengelolaan limbah secara kreatif dan berkelanjutan.

Bidang kepemudaan juga menjadi fokus penting dalam program ini. Pemuda karang taruna mendapatkan pelatihan manajemen organisasi, kepemimpinan, sosialisasi peluang beasiswa, serta persiapan karir. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan generasi muda yang berdaya, berwawasan luas, dan siap menjadi penggerak pembangunan desa.
Selain itu, pada hari kedua, kegiatan semakin semarak dengan senam bersama di Rest Area Nglindur sebagai ajakan untuk hidup sehat dan mempererat kebersamaan antara peserta dan warga. Kegiatan dilanjutkan dengan edukasi penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang memberikan wawasan praktis tentang pemanfaatan lahan pekarangan untuk tanaman herbal bermanfaat bagi kesehatan. Tak kalah menarik, warga juga mengikuti pelatihan pembuatan tortilla chips sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi kreatif agar masyarakat memiliki keterampilan tambahan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha berbasis potensi lokal.
Menanggapi pelaksanaan kegiatan tersebut, Wakil Lurah LPDP UGM, Manda Juniawan Soeharto, menjelaskan tujuan dan capaian Awardee Merakyat 2025.
“Kami, rombongan berjumlah sekitar 40 orang melaksanakan program Awardee Merakyat di Kalurahan Nglindur karena desa ini memiliki potensi besar di bidang pertanian, sumber daya manusia, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Manda Juniawan Soeharto, Wakil Lurah LPDP UGM.
“Selama tiga hari, kami mengadakan berbagai kegiatan seperti pemeriksaan kesehatan, sosialisasi gizi dan kesehatan mental, pelatihan pengolahan hasil bumi, edukasi pengelolaan sampah dan pembuatan ecoenzyme, hingga pelatihan kepemimpinan bagi karang taruna, serta sosialisasi beasiswa dan skil pengembangan karir bagi siswa SMA/SMK sederajat” jelasnya.
Harapan kami, sedikit ilmu yang kami bagikan dapat memberi manfaat bagi masyarakat Nglindur sekaligus menjadi pembelajaran berharga bagi kami tentang arti ketulusan, kebersyukuran dan gotong royong” tutupnya.
Antusiasme masyarakat selama kegiatan berlangsung tidak hanya terlihat dari partisipasi aktif mereka, tetapi juga dari apresiasi pihak pemerintah kalurahan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman dari UGM melalui program Awardee Merakyat yang telah hadir dan berbaur langsung dengan warga kami. Program yang menyentuh berbagai aspek, mulai dari ibu-ibu balita hingga karang taruna, memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ujar Lurah Nglindur, Muhammad Hanan Amshori, S.IP.
“Harapan kami, ke depan kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut. Kehadiran teman-teman LPDP UGM membawa semangat baru bagi masyarakat Nglindur untuk terus belajar dan berdaya,” tambahnya.
Melalui pelaksanaan Awardee Merakyat di Kalurahan Nglindur ini, LPDP UGM menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar kegiatan, melainkan wujud nyata kolaborasi ilmu pengetahuan, empati sosial, dan semangat gotong royong dalam membangun desa yang mandiri dan berdaya saing. Semangat kolaboratif ini menjadi pondasi penting menuju masyarakat desa yang tangguh, sejahtera, dan berkelanjutan.
Penulis: Awalia Nur Sakinah



