4 Ide Usaha Kuliner Kekinian dengan Modal Kecil

4 Ide Usaha Kuliner Kekinian dengan Modal Kecil

“Pekerjaan yang paling menyenangkan di dunia adalah hobi yang dibayar”

Ridwan Kamil

Alangkah bahagianya apabila kita bisa mempunyai usaha yang sesuai dengan hobi atau minat kita ya teman-teman. Nah, untuk kalian yang punya hobi memasak atau kuliner dan sedang mencari ide usaha, Yuk simak cerita singkat usaha kuliner kekinian dari awardee LPDP UGM berikut!. Semoga bisa menginspirasi dan menambah semangat wirausaha kalian ya.

Lisa Sunaryo Putri – Cemilicious

Berawal dari hobi makan dan ngemil serta keinginannya untuk membantu UMKM disekitar, akhirnya Lisa merintis sebuah usaha yang bernama Cemilicious. Ini adalah usaha menjual produk makanan-makanan ringan seperti penyek dan berbagai macam keripik. Lisa tidak memproduksi produknya sendiri, dia hanya membeli putus dari UMKM dan re-packing produk menjadi lebih menarik untuk meningkatkan daya jual. Jadi, usahanya tidak membutuhkan modal yang besar, cukup 500rb saja modal awal yang dikeluarkannya untuk merintis usaha ini. Pesan lisa untuk teman-teman yang ingin memulai sebuah usaha tapi belum terealisasi adalah “Memulai usaha tidak harus dengan modal yang besar. Lihat sekeliling, lihat peluang dan kemudian lakukan. Jangan lupa untuk selalu memasukkan aspek sosial kedalam usaha kita agar mendapatkan keberkahan juga.”

Widya Sari – Pempek Oii

“Rindu dengan makanan asal” ini adalah alasan Widya untuk memulai usaha Pempek Oii. Widya adalah mahasiswa perantauan yang saat ini sedang menempuh studi magister fisika di UGM. Widya memulai usahanya dengan modal yang sangat kecil yakni kurang dari 100rb. Meskipun pada awalnya usaha ini dilakukan untuk mengobati kerinduannya dengan makanan asal, ternyata Widya juga mendapatkan manfaat lain dari menjalankan usaha ini. Berkat usahanya, Widya belajar bagaimana berfikir kritis, mengatur uang dan menjadi lebih bersyukur dalam berbagai hal. Pesan Widya untuk teman-teman yang ingin memulai usaha yakni “Jangan berpikir terlalu jauh dalam memulai usaha. Untung rugi itu urusan belakangan. Yang penting adalah kesempatan untuk memulai. Tetap selalu menghargai apa yg dihasilkan karena tidak ada yang sia-sia. Daan, tetap amanah dalam mengelola keuangan”

Aprilia Fitriani – ma_em yuk

Menyandang status mahasiswi S3 ilmu pangan UGM tidak melemahkan semangat Aprilia untuk merintis sebuah usaha. Aprilia saat ini mempunyai usaha kuliner “ma_em yuk” yang menjual beraneka macam varian dimsum. Selain karena hobinya memasak, Aprilia memulai usaha ini juga untuk mengisi stok pribadi dirumah. Jadi selain bisa dijual, dimsumnya juga bisa dikonsumsi sendiri oleh keluarganya. Modal yang diperlukan untuk membuka usaha ini hanya 300rb saja. Pesan Aprilia untuk teman-teman lain yang ingin memulai usaha tapi masih maju mundur adalah “Buat usaha yang kamu sukai. Maka titik jenuhnya akan jarang ditemui, dan kalaupun jenuh karena suka dan hobby pasti akan balik lagi”.

Asadin Briliantama – Seblak Klanjo

Mahasiswa magister ilmu dan teknologi pangan UGM ini telah berhasil merintis usaha kuliner kekinian yang sedang hits saat ini, yakni kedai seblak klanjo di Kediri, Jawa Timur. Usaha ini didirikan untuk menjawab animo anak-anak muda saat ini yang suka dengan makanan pedas dan unik. Selain itu, usaha ini juga didirikan untuk memberikan tempat bagi para remaja dilingkungan sekitar Asadin untuk belajar bagaimana berkreasi dan mengelola bisnis. Asadin merintis usaha ini bersama dengan teman-temannya dengan modal awal sekitar 6juta. Meskipun usaha ini membutuhkan modal yang lumayan besar, namun karena ini adalah usaha bersama jadi modal per masing-masing orang akan relatif kecil. Pesan Asadin untuk teman-teman yang masih ragu untuk memulai usaha adalah “Mulai saja dulu. Pokoknya mulai dulu aja. Jangan terlalu banyak pikiran, yang nanti biar nanti, sekarang mulai saja dulu.”

Reza mahesa paksi – Madu Kesehatan Elza

Reza mahesa paksi – Madu Kesehatan Elza

Reza mahesa paksimerupakan mahasiswi semester 2 jurusan Magister Teknik Mesin ini telah berhasil merintis usaha membuat madu kesehatan sejak 6 bulan yang lalu. Usaha pertamanya ini beliau rintis dengan modal awal sebesar Rp. 5.000.000. Mas Reza Membuka usaha ini dengan tujuan membantu perekonomian keluarga.

Mas Reza memilih usaha madu karena saat memulainya, madu saat itu merupakan produk kesehatan yg cukup mudah, dan kemasannya bisa dilakukan dengan konsep yang ramah lingkungan. Dalam mengatur sistem manajemen keuangannya, Mas Reza manajemen keuangannya dengan kurang begitu terarah, karena hasil penjualannya cukup banyak yang dialihkan ke pembiayaan lain bukan diputar kembali utk penjualan. Mas Reza selalu merasa senang saat mengantarkan produk ke pelanggan. Adapun hal yang menyedihkannya saat tidak ada pesanan lagi. Peranan keluarga juga sangat penting bagi mas Reza, justru keluarga lah yg pertama kali mencoba berjualan produk tersebut.

Menurut pengalaman Mas Reza, manfaat yang diperolehnya dari berwirausaha yaitu sebagai pembelajaran dan pengalaman tentang memulai usaha. Pesan dari mas Reza untuk teman-teman yang ingin memulai usaha yaitu saya rasa saya belum cukup capable utk memberikan saran pd teman-teman lain, karena saya termasuk yang justru baru mencobanya dan masih banyak belajar dalam membangun usaha. Mungkin utk teman-teman yang baru ingin mulai, yang penting adalah “dimulai dan dijalani saja”. Ungkapan mas Reza yang memotivasi adalah “Life is like a RPG. Do our own journey, get experiences, and make friends. Because life should be fun”.

*More info. Reza mahesa paksi 081268823470, Email: [email protected], IG: @ rzmhspks

Muhammad Rizqy Al Mubarok – Suplemen dan Makanan Ringan, Bee_product

Muhammad Rizqy Al Mubarok – Suplemen dan Makanan Ringan, Bee_product

Muhammad Rizqy Al Mubarok akrab dipanggil mas Rizqy merupakan mahasiswa semester 2 jurusan Fakultas Ilmu Budaya yang saat ini menjalankan usaha pertamanya dalam bidang Suplemen dan Makanan Ringan dengan merk Bee_product yang bermodalkan awal sebesar Rp. 500.000. Awalnya, mas Rizqy hanya berniat membantu promisi hasil panen petani via media sosial dan market place.

Pengalaman menarik dari Mas Rizqy saat S1 adalah menjadi tim danus. Dalam menjalankan usahanya, mas Rizqy mengalami suka duka. Pengalaman menyenangkan dialami saat dapat membantu konsumenkan mendapat apa yang dibutuhkan. Namun, pengalaman menyedihkannya yaitu saat banyak konsumen yang butuh produk tetapi tidak dapat memenuhi (seperti waktu gagal panen saat musim penghujan, petani kebanjiran).

Mas Rizqy merasa sangat termotivasi ketika produknya bermanfaat bagi kesehatan. Dalam mengatur keuangan usahanya, mas Rizqy memisahkan uang modal usaha dan laba, sehingga modal usahanya jangan sampai berkurang. Mas Rizqy menceritakan bahwa banyak manfaat yang diperoleh dari usaha belajar mengelola keuangan dan bernegosiasi. Adapun peran keluarga bagi mas Rizqy sangat penting yaitu dalam mendukung dan memberi pertimbangan. Saran dari mas Rizqy untuk teman-teman yang ingin memulai usaha yaitu yudah banyak kelas ataupun kata motivasi mengenai wirausaha dan kesuksesan, kuncinya hanya pada berani mengambil langkah pertama. Sebaik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama. Ketika berjualan niatkanlah untuk ibadah membantu orang lain.

*More info. Muhammad Rizqy Al Mubarok085784629190. Email: [email protected], IG: @m.rizqy_alm

Galih Dwi Prastio – Madu Kesehatan Lanceng Stingless-bee Honey

Galih Dwi Prastio – Madu Kesehatan Lanceng Stingless-bee Honey

Galih Dwi Prastio merupakan mahasiswi semester 2 jurusan Magister Ekonomi Pembangunan ini telah berhasil merintis usaha dalam bidang madu kesehatan sejak 2 bulan yang lalu. Sebelumnya, mas Galih pernah menjadi fasilitator pelatihan pengembangan usaha program perhutanan sosial untuk Kalimantan Barat. Berbekal hobi berjualan dan cita-cita menjadi seorang pengusaha, mas Galih berani untuk memulai usaha pertamanya ini meskipun belum memiliki pengalaman sebelumnya. Usaha pertama yang beliau rintis ini menggunakan modal awal Rp. 10.000.000 dengan persiapan membuat bisnis model, membuat desain produk, menyusun konten untuk marketplace.

Lanceng Stingless-bee Honey dipilih sebagai ide usaha karena madu dari petani hutan Kalimantan Barat ini berkualitas tinggi, sedangkan madu yang beredar dipasaran sangat membingungkan terkait kualitas dan kemurniannya. Membantu memastikan konsumen mendapat produk yang berkualitas itulah sisi menariknya, terutama ini sangat terkait dengan kesehatan. Dalam mengatur sitem manajemen keuangan, mas Galih memiliki strategi dengan catatan pengeluaran dengan pendapatan, dan memisahkan dengan uang pribadinya.

Mas Galih selalu senang ketika mendengar cerita konsumen yang merasa terbantu dengan produk madunya. Sejauh ini, mas Galih belum merasakan pengalaman yang menyedihkan dalam usahanya. Peranan keluarga juga sangat penting bagi mas Galih karena keluarga juga ikut serta dalam memasarkan produk. Menurut pengalaman Mas Galih, manfaat yang diperolehnya dari berwirausaha ini adalah tambahan penghasilan, jejaring baru, kesenangan batin. Pesan dari Mas Galih untuk teman-teman yang ingin memulai usaha yaitu ketika memiliki ide usaha buatlah rencana yang konkrit dan segera realisasikan ide jangan hanya disimpan dalam pikiran mulai dulu tapi perbaiki sambil jalan.

*More info. Galih Dwi Prastio 089679249810, Email: [email protected], IG: @lancengmart

Berbagi Cerita Usaha: Part 2 | Idlohatud Dilalah – Minigold Sleman, Qolam Book Store, Sekolah Masendra Dila Store

Berbagi Cerita Usaha: Part 2 | Idlohatud Dilalah – Minigold Sleman, Qolam Book Store, Sekolah Masendra Dila Store

Idlohatud Dilalah – Minigold Sleman, Qolam Book Store, Sekolah Masendra Dila Store

Idlohatud Dilalah, akrab dipanggil mbak Dila, mahasiswi semester 2 jurusan magister ilmu kesehatan masyarakat yang saat ini menjalankan tiga usaha yang berbentuk reseller. Usahanya yakni Minigold Sleman menjual emas, Qolam book Store menjual buku-buku original, dan Sekolah Masendra Dila Store menjual berbagai macam sarung. Mbak Dila termotivasi untuk menjalankan usaha reseller  karena untuk menambah pemasukan keluarganya. Selain itu. usaha reseller juga tidak membutuhkan modal yang besar dan risikonya kecil. Menurutnya, hal penting yang perlu dilakukan untuk mengatur keuangan usaha reseller yakni memisahkan uang modal usaha dan uang kebutuhan sahari-hari, sehingga modal usahanya jangan sampai berkurang.

Pengalaman suka duka yang pernah dialami oleh mbak Dila juga sangat beragam karena menjalankan tiga usaha sekaligus. Melalui usaha Minigold Sleman, mbak dila merasa senang karena bisa membantu teman-teman yang ingin menabung sedikit demi sedikit dalam bentuk emas. Qolam Book Store juga memberikan pengalaman yang menyenangkan karena memberikan pengalaman mengirim paket buku sampai keluar pulau yang lokasinya terpencil. Sedangkan pengalaman kurang menyenangkan yang pernah dialami yakni pernah salah mengirim buku dan pernah dibatalkan secara tiba-tiba oleh pelanggan saat COD. Namun, hal tersebut tidak mematahkan semangat mbak Dila karena suaminya juga selalu memberikan dukungan.

Mbak Dila menceritakan bahwa banyak manfaat yang diperoleh dari usaha resellernya, diantaranya yakni dengan menjadi reseller minigold mbak Dila menjadi ikut termotivasi untuk mulai menabung sedikit demi sedikit dalam bentuk emas. Selain itu dengan menjadi reseller buku, mbak Dila juga jadi semakin banyak tahu mengenai berbagai jenis bacaan, penerbit, penulis, dan motivasi-motivasi sastra dari usaha reseller bukunya. Saran mbak Dila untuk teman-teman yang ingin memulai usaha yakni mulai saja dulu dengan modal seadanya, seandainya tidak ada modal cukup kreatif mencari produk dan jalan berjualan yang tidak membutuhkan modal. Ketika berjualan niatkanlah untuk ibadah membantu orang lain.

*More info. Idlohatud Dilalah 085732749881. Email: [email protected], IG: @idlochah, FB: idlohatud dilalah idlocha

Berbagi Cerita Usaha: Part 1 | Mukhayatun Sholehah – Keripik Pangsit dan Toothpick Snack Dua Merpati

Berbagi Cerita Usaha: Part 1 | Mukhayatun Sholehah – Keripik Pangsit dan Toothpick Snack Dua Merpati

“Saya ingin membuka usaha tapi tidak punya ide; Saya sudah punya ide usaha, tapi belum berani eksekusi; Saya sudah punya usaha tapi tidak berkembang karena sepi pembeli.”

Banyak orang yang berpendapat bahwa menemukan ide usaha dan menjalankannya bukanlah hal yang mudah. Pendapat tersebut tentunya tidak salah, namun juga tidak sepenuhnya benar karena ternyata banyak juga teman-teman awardee LPDP UGM yang berani dan berhasil menjalankan usahanya. Yuk simak cerita mereka untuk menumbukan semangat wirausaha kita atau barangkali ada yang mau kolaborasi sama usaha mereka !

Mukhayatun Sholehah – Keripik Pangsit dan Toothpick Snack Dua Merpati

Mukhayatun Sholehah, mahasiswi semester 2 jurusan magister ilmu kesehatan ini telah berhasil merintis usaha membuat keripik pangsit dan snack tusuk gigi sejak 7 tahun yang lalu. Berbekal hobi berjualan dan cita-cita menjadi seorang pengusaha mbak Sholehah berani untuk memulai usaha pertamanya ini meskipun belum memiliki pengalaman sebelumnya. Keripik pangsit dan snack tusuk gigi dipilih sebagai ide usaha, karena mudah diproduksi dan dipasarkan, tahan lama tanpa bahan pengawet, dan harganya terjangkau sehingga memiliki potensi yang besar untuk laku dipasaran.

Sama seperti usaha pada umumnya, mbak Sholehah juga pernah mengalami pengalaman yang menyedihkan yakni produknya ditolak pemilik toko. Namun, mbak Sholelah tidak pantang menyerah dan terus menawarkan produknya ke toko-toko lainnya sambil memaksa dirinya sendiri untuk keluar dari zona nyaman. Alhamdulillah berkat kerja keras dan kegigihannya, saat ini produksi harian Keripik Pangsit dan Tootpick Snack Dua Merpati sudah mecapai 10 kg.

Menurut pengalaman mbak Sholehah, manfaat yang diperolehnya dari berwirausaha yakni senang karena bisa menyalurkan hobi, melatih ketrampilan berkomunikasi, menambah ilmu promosi, membangun mental yang berani dan dapat membantu keluarga. Pesan dari mbak Sholehah untuk teman-teman yang ingin memulai usaha yakni, ketika memiliki ide usaha buatlah rencana yang konkrit dan segera realisasikan ide jangan hanya disimpan dalam pikiran, kesampingkan rasa malu, belajarlah untuk memiliki pendirian yang kuat meskipun terdapat seribu alasan untuk berhenti, dan kejarlah terus impianmu sampai berhasil.

*More info. Mukhayatun Sholehah 085839183857, Email: [email protected], IG: Mukhayatunsholehah, FB: Mukhayatun Sholehah