The Details

Mei 24, 2017 .

Menolong Keluarga yang Depresi

Jika orang terdekatmu mengalami depresi, kasih sayang dan dukungan menjadi sangat berarti saat tritmen dan di masa penyembuhan. Anda dapat membantu mereka dengan mempelajari sebanyak mungkin berbagai hal tentang gangguan yang mereka alami, memberikan harapan dan penguatan, memperhatikan gejala – gejala yang muncul, dan menjadi pendamping dalam menjalani masa tritmen mereka. Tetapi menangani seseorang yang mengalami depresi akan sangat menyulitkan apabila anda mengabaikan kebutuhan sendiri, jadi sangat penting untuk untuk tetap menjaga keseimbangan antara menolong orang yang depresi dengan memenuhi kebutuhanmu sendiri.

Menolong anggota keluarga atau sahabat yang mengalami depresi

Menerima kondisi seseorang dengan mood yang berubah – ubah dapat menjadi hal yang sangat menyulitkan tidak hanya bagi penderita tetapi juga bagi pendampingnya. Perubahan mood dan perilaku dari seseorang yang menderita gangguan dapat mempengaruhi orang – orang disekitarnya, terutama mempengaruhi anggota keluarga, sahabat, dan pasanga . Di masa – masa tertentu mungkin anda akan menghadapi permintaan – permintaan yang aneh, keputusan – keputusan yang tak bertanggung jawab, dan sikap yang meledak – ledak. Hal ini seringkali menimbulkan konsekuensi buruk yang tidak menyenangkan. Sedangkan, di saat – saat lain anda mungkin akan menghadapi seseorang yang putus asa, lesu, dan tidak memiliki energy untuk melaksanakan tanggung jawab sehari – hari.

Berita baiknya adalah sebagian besar orang dapat menstabilkan mood mereka dengan tritmen yang sesuai, obat – obatan, dan dukungan anda berikan dapat memainkan peran penting dalam membantu kesembuhan mereka. Seringkali, cukup dengan mendengarkan, dapat memberikan pengaruh positif dalam kesembuhan mereka.

Berikut Beberapa Cara untuk membantu mereka:

  • Pelajari soal gangguan yang mereka alami. Pelajari berbagai hal mengenai gejala dan pilihan tritmen/penanganan. Semakin anda tahu mengenai gangguan yang mereka alami, semakin anda memahami apa yang mereka rasakan dan anda tetap menjaga pemahaman soal gangguan yang mereka alami. Dalam hal ini, anda tetap bisa menjaga sikap dan pemahaman soal gangguan yang mereka alami.
  • Dorong penderita untuk segera mencari bantuan (tritmen/pengobatan). Sesegera mungkin gangguan ditangani, semakin segera permasalahan dapat diatasi. Jangan menunggu kondisi akan membaik dengan sendirinya tanpa adanya pertolongan
  • Pahamilah penderita. Buat penderita menyadari bahwa anda akan mendengarkan mereka jika mereka ingin berkeluh kesah, dan tawarkan diri untuk senantiasa menemani melewati segala proses penanganan dan masa penyembuhan. Penderita yang mengalami depresi seringkali merasa enggan untuk mencari bantuan karena takut menjadi beban buat orang lain, jadi ingatkan mereka bahwa anda peduli dengan mereka dan anda akan melakukan apapun untuk membantu mereka.
  • Bersabar. Untuk sembuh memerlukan waktu yang tidak sebentar, bahkan di masa – masa tritmen. Jangan berharap penyembuhan dalam waktu singkat atau kesembuhan selamanya/permanen. Bersabar dengan setiap langkah penyembuhan dan bersiap untuk tantangan dan kekambuhan selanjutnya. Penanganan depresi merupakan proses seumur hidup.

“Pentingnya dukungan keluarga dalam penanganan gangguan, Penderita mengalami banyak kemajuan ketika mereka mendapat dukungan dari anggota keluarga dan teman dekat. Penderita yang didampingi oleh orang yang dicintai cenderung lebih cepat mengalami kesembuhan, dan ketika kambuh gejala yang dialami tidak terlalu berat.”

Depresi dan Keluarga

Hidup dengan penderita dapat menyebabkan stress dan tekanan dalam keluarga. Terutama berhadapan dengan gejala yang timbul dan segala konsekuensinya. Anggota keluarga seringkali berjuang menghadapi perasaan bersalah, ketakutan, kemarahan, dan perasaan tak berdaya. Bahkan dapat menimbulkan permasalahan relasi yang serius. Tapi anggota keluarga dapat meghadapi penderita jika mereka belajar menerima gangguan dan berbagai permasalahannya.


“Jika anda sebagai pendamping mengalami frustasi atau merasa bersalah, perlu diingat bahwa gangguan tersebut muncul bukanlah karena salah siapa – siapa.”

Menerima penderita pada dasarnya adalah kesanggupan dalam menerima bahwa kondisi mungkin tidak akan menjadi normal kembali. Tritmen atau penanganan dapat membuat banyak perbedaan tapi tidak dapat menyembuhkan semua gejala dan kerusakan atau konsekuensi buruk yang telah terjadi. Untuk menghindari kekecewaan dan emosi atau perasaan sebel, penting untuk berharap secara lebih realistis. Berharap terlalu tinggi kepada penderita merupakan langkah awal menuju kegagalan. Di sisi lain, berharap terlalu sedikit dapat memperlambat proses kesembuhan, jadi temukan keseimbangan antara meningkatan kemandirian dan kepercayaan diri penderita dengan memberikan dukungan.

Tips untuk keluarga dalam menghadapi penderita:

  • Terima Kelemahan dan keterbatasan penderita. Penderita seringkali mengalami kesulitan dalam mengontrol mood mereka. Seringkali mereka akan mudah marah dan sangat sensitive, atau bahkan merasa tak berdaya untuk melakukan apapun. Para penderita mengalami kesulitan dalam mengontrol emosi, kehendak, dan sikap. Seringkali mengingatkan mereka untuk tidak melakukan hal yang aneh atau mengajak mereka untuk bangkit sama sekali tidak ada gunanya.
  • Terima keterbatasanmu sebagai pendamping. Anda tidak dapat benar – benar menyembuhkan penderita dan juga tidak dapat memaksa mereka untuk bertanggung jawab terhadap kesembuhan mereka. Yang dapat anda lakukan adalah menawarkan bantuan, tetapi kesembuhan pada dasarnya merupakan tanggung jawab penderita itu sendiri.
  • Kurangi Stress. Stress dapat menyebabkan kondisi penderita semakin memburuk, jadi temukan cara untuk mengurangi stress di kehidupan penderita. Tawarkan bantuan sukarela untuk membantu menyelesaikan beberapa tanggung jawab mereka jika memang dibutuhkan. Susun dan lakukan kegiatan rutin harian (Jadwal tidur, makan, dan jadwal bangun). Hal ini juga dapat mengurangi stress.
  • Berkomunikasi secara terbuka. Berkomunikasi dangan jujur dan terbuka menjadi hal yang penting dalam keluarga penderita. Ceritakan keprihatinanmu dengan bahasa yang lembut dan hangat, tanyakan apa yang mereka/penderita pikirkan dan rasakan, dan buatlah usaha untuk benar – benar mendengarkan (bahkan saat anda tidak setuju dengan apa yang dikatakan penderita)

Contoh Perkataan yang bisa anda katakan kepada penderita :

  • “Kamu tidak sendirian menghadapi ini, aku menemanimu”
  • “Saya memahami saat ini kamu sedang mengalami depresi dan hal itulah yang membuat pikiranmu dan perasaanmu menjadi seperti ini.”
  • “Saat ini kamu mungkin tidak akan percaya dengan apa yang aku katakan, tapi yakinlah perasaan dan pikiranmu suatu saat akan berubah menjadi baik.”
  • “Aku mungkin tidak benar – benar memahami apa yang kamu rasakan dan alami, tapi aku sayang kamu dan aku akan membantumu.”
  • “Kamu sangat berharga. Dirimu sangat berarti bagiku.”
  • “Apa yang kamu rasakan dan pikirkan ? bila sudah tenang coba ceritakan padaku”

Meminta seseorang dengan gangguan bipolar untuk bertemu dokter

Selain dukungan emosional, cara terbaik untuk menolong seseorang dengan gangguan mood adalah dengaan mendorong dan mendukung mereka untuk melakukan tritmen. Bagaimanapun juga, individu dengan gangguan mood seringkali tidak menyadari kondisi mereka. Jadi, bukanlah hal yang mudah untuk mengajak mereka ke dokter. Saat mereka bersemangat, mereka merasa sangat hebat dan tidak menyadari adanya masalah. Saat mereka depresi, mereka mungkin menyadari ada yang salah dengan diri mereka, tetapi kekurangan energy untuk meminta bantuan.

Jika penderita menolak kemungkinan untuk terkena suatu gangguan, jangan beradu argument dengan mereka. Ide tersebut mungkin menakutkan bagi mereka, jadi peka lah. Tawarkan medical check up rutin atau kunjungan dokter rutin untuk gejala – gejala tertentu seperti kesulitan atau kelebihan tidur, sensitive, dan kelelahan (keluarga penderita dapat menjelaskan sebelumnya kepada dokter mengenai dugaan akan gangguan tertentu)

Beberapa perkataan yang mungkin bisa membantu meyakinkan penderita :

  • Gangguan ini merupakan masalah kesehatan yang membutuhkan pengobatan (seperti diabetes)
  • Kami tidak menyalahkanmu atas kondisi ini. Kamu tidak menyebabkannya, ini bukan kesalahanmu.
  • Kamu akan membaik. Ada banyak tritmen/penanganan yang dapat menyembuhkanmu
  • Kalau tidak segera ditangani, kondisi ini bisa semakin memburuk.

Ketika penderita setuju untuk bertemu dokter, anda dapat menolongnya dengan senantiasa mendampinginya selama tritmen. Dukunganmu dapat membuat banyak perbedaan positif, jadi tawarkan diri untuk bergabung dengan berbagai cara penanganan.

Hal yang dapat anda lakukan selama proses tritmen :

  • Cari terapis dan dokter yang berkualitas
  • Buat janji dan jadwalkan untuk bertemu
  • Ceritakan kepada dokter apa yang selama ini terjadi
  • Awasi perubahan mood penderita
  • Pelajari mengenai pengobatan yang dilakukan
  • Perhatikan Perkembangan tritmen/penanganan
  • Perhatikan tanda – tanda kekambuhan
  • Hubingi dokter mengenai tanda – tanda kekambuhan

Mendorong Penderita untuk mendapatkan pengobatan

Pengobatan adalah dasar dari tritmen untuk mengatasi gangguan, dan sebagian besar orang perlu untuk mengatur mood dan menghindari kekambuhan. Meskipun penting, namun banyak penderita berhenti melanjutkan pengobatan. Beberapa berhenti karena mereka merasa sudah sehat, ada yang ingin menghindari efek samping, dan ada pula yang merasa rutinitasnya terganggu dengan minum obat. Orang – orang yang merasa bahwa mereka tidak bermasalah seringkali memilih berhenti untuk minum obat.

Anda dapat menolong penderita untuk tetap berada di jalur yang benar dengan menitikberatkan akan pentingnya pengobatan dan memastikan resep – resep yang diberikan dikonsumsi sebagaimana mestinya. Berikan pula dukungan agar penderita menjelaskan kepada dokter mengenai efek samping yang timbul dari pemakaian obat. Efek samping menjadi hal yang tidak mengenakkan bila dosis dari obat yang diberikan terlalu rendah atau terlalu tinggi, tapi mengganti obat atau dosis dapat memecahkan masalah. Ingatkan kepada penderita bahwa berhenti mengkonsumsi obat secara mendadak bisa berbahaya.

Memperhatikan tanda – tanda kekambuhan

Bahkan jika penderita telah berkomitmen untuk melaksanakan tritmen, ada masa – masa dimana gejala akan semakin memburuk. Segera ambil tindakan jika anda menyadari ada masalah yang muncul atau perubahan mood. Segera sadari tanda kekambuhan dan hubungi dokter/psikolog/terapis. Dengan segera melakukan intervensi kamu dapat mencegah sebelum gejala semakin memburuk

Gejala dan tanda kambuh mania:

  • Kurang tidur
  • Peningkatan mood
  • Kurang istirahat
  • Berbicara cepat
  • Meningkatnya level aktivitas
  • Sensitive dan agresif

Gejala dan tanda kambuhnya depresi :

  • Kelelahan dan kelesuan
  • Tidur berlebihan
  • Susah berkonsentrasi
  • Kurang ketertarikan akan aktivitas – aktivitas umum
  • Menarik diri dari orang lain
  • Perubahan nafsu makan

Berhadapan dengan gangguan mood : Tips untuk keluarga dan teman – teman

  • Jangan terlalu sensitive terkait sikap yang ditunjukkan penderita. Saat kambuh penderita sering berkata atau melakukan sesuatu menyakitkan atau memalukan. Seringkali meraka menjadi kejam, sembrono, suka mengkritik, dan agresif. Namun di waktu lain penderita bisa menjadi menolak diri, sensitive, moody, dan bersikap bermusuhan. Memang sulit untuk tidak menjadi sensitive dengan sikap penderita, tetapi yang perlu diingat adalah bahwa penderita mengalami gangguan metal, jadi perilaku mereka diperoleh dari gangguan, bukan disebabkan oleh ketidakdewasaan atau egoism.
  • Habiskan waktu bersama penderita. Penderita sering merasa kesepian. Mendengarkan setiap pikiran dan perasaan dapat membantu kesembuhan penderita.
  • Jawab pertanyaan dengan jujur, namun sebisa mungkin hindari perdebatan yang dapat memicu kekambuhan.
  • Siapkan makanan yang mudah untuk dimakan.
  • Jaga ketenangan dan kondisi di sekitar penderita.
  • Bersiap untuk perilaku – perilaku berbahaya. Penderita seringkali melakukan banyak perilaku berbahaya dengan berbagai cara. Rencanakan perilaku untuk mengantisipasi hal tersebut. Saat berada dalam kondisi baik, buat perjanjian bahwa anda akan berusaha untuk melindungi penderita saat gejala semakin parah. Buat kesepakatan untuk segera pergi ke dokter jika kondisi memburuk.
  • Tahu apa yang akan dilakukan saat krisis terjadi. Penting untuk merencanakan segala sesuatunya sebelum krisis terjadi. Memiliki rencana sebelum hal yang buruk terjadi merupakan hal yang penting. Pastikan bahwa anda memiliki nomor telepon, dari psikolog, terapis, dokter, atau sahabat terdekat yang dapat dihubungi untuk meminta bantuan. Juga catat nomor telepon rumah sakit saat kondisi darurat terjadi.

Merawat diri sambil merawat penderita

Merupakan hal yang mudah untuk mengabaikan dirimu ketika anda berusaha mendukung orang lain. Tapi jika anda tidak memperhatikan diri, anda sendiri akan mengalami masalah. Anda perlu menjaga diri secaara emosi dan fisik, bila ingin mendampingi penderita.

  • Fokus pada kehidupanmu. Mendukung penderita memang memerlukan penyesuaian tapi pastikan bahwa anda tidak sampai kehilangan motivasi terhadap tujuan pribadi daan prioritas yang telah anda buat. Pertahankan persahabatan, rencana, dan aktivitas – aktivitas yang bisa menghiburmu.
  • Cari Dukungan. Menghadapi penderita dapat membuat anda menjadi sangat menderita dan terisolasi. Pastikan anda mendapat dukungan social yang anda butuhkan untuk mengatasinya. Ceritakan kepada seseorang yang anda percaya mengenai apa yang sedang alami. Adalah penting jika anda juga menjalani terapi atau bergabung dengan kelompok yang mau mendukung.
  • Bentuk batasan. Realistis dengan kapasitas yang dapat kamu berikan tanpa perlu merasa berlebihan atau benci. Bangun batasan soal apa yang bisa kamu berikan dan berpatoklah pada itu. Membiarkan penderita mengambil alih kehidupanmu tidaklah baik buat kesehatan mentalmu dan penderita.
  • Atur kondisi stressmu. Stress dapat menimbulkan masalah bagi tubuh dan pikiran, jadi temukan cara untuk memeriksanya. Pastikan anda makan cukup, tidur baik, dan sempat berolahraga. Anda dapat mengontrol stress dengan mempraktikan teknik relaksasi seperti meditasi.
  • Mintalah bantuan. Jika temanmu atau anggotaa keluaraga yang lain dapat memberikan bantuan yang lebih bisa mereka lakukan dari yang dirimu berikan, mintalah bantuan pada mereka

Putra Wiramuda
Magister Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *