The Details

Apr 01, 2019 .

Awardee UGM Jualan Jilbab? Siapa Takut

Wahyu Sri Mulyani

Berjalan dengan roda tebal dari ujung wilayah Yogyakarta, Kulon Progo, menuju kampus biru adalah aktivitas setiap hari sang pemberuntung. Menjadi bagian keluarga besar awardee LPDP UGM adalah sebuah anugerah yang begitu besar, menjadi sebuah pintu terbukanya berbagai cerita yang akan aku ceritakan dalam tulisan ini. Awardee UGM Fakultas MIPA, Prodi Ilmu Komputer adalah aku yang sangat beruntung. Wahyu adalah sapaan akrab teman-teman, kadang juga sebagai candaan Ibu Menteri Keuangan karena memiliki nama Wahyu Sri Mulyani dan juga sempat menjabat sebagai bendahara pengurus awardee DIY tahun 2017 kemarin. Menjadi mahasiswa ilmu komputer bukan berarti hanya melulu belajar komputer. Ilmu kami sangat berkaitan dengan bidang lain. Tahun 2017, hanya saya satu-satunya penerima beasiswa LPDP di Prodi Ilmu komputer. Tak seharusnya jika kesempatan belajar ini disia-siakan, karena banyak mereka yang menginginkan posisiku saat ini. Menjadi awardee LPDP, banyak hal yang mesti dipersiapkan. Salah satunya, di tahun 2016 semenjak resmi menyandang beasiswa, saya mengikuti pengayaan bahasa di Universitas Negeri Yogyakarta. Dari sinilah, ceritaku dimulai.

Berniat membantu sebuah pondok pesantren yang sedang dalam masa pembangunan, dengan uang saku yang diperoleh dari LPDP, saya memutuskan untuk menjual jilbab dari pondok pesanter tersebut. Berbekal pengetahuan ilmu teknologi informasi yang saya miliki, mulailah berselancar melalui Facebook ads untuk berjualan hingga sekarang, saat saya resmi menyandang status mahasiswa Magister Ilmu Komputer UGM. Ada pengalaman berkesan yang hendak saya bagi ketika dosen mengetahui saya berjualan jilbab. Saya adalah salah satu tipikal mahasiswi yang senang duduk dibarisan depan, yang tentu saja ketika handphone berdering langsung menarik perhatian dosen. Meski sempat was-was dimarahi, ternyata beliau sempat kaget ketika tahu saya memiliki online store dengan 5 karyawan kala itu dan bertanya mengapa sudah menjadi awardee masih ingin berjualan. Senyum adalah jawabku.

Berjualan tak lantas membuat saya meninggalkan tugas dan kewajiban sebagai mahasiswa dan awardee LPDP. Semester satu membuahkan hasil yang cukup memuaskan dan menjadi salah satu daftar mahasiswa yang akan diajukan double degree. Semester dua adalah waktu di mana harus berjuang demi penelitian yang akan diajukan sebagai tesis nantinya. Berjalan dengan salah satu mata kuliah, akhirnya mendapatkan dosen pembimbing yang sesuai dengan penelitianku. Semangat membara, mulai mencari data yang berujung pada penyesalan karena data penelitian sebelumnya hilang semua. Semester ini aku mulai dengan pengambilan data sendiri, yaitu pemotretan 2000 beras dengan 10 varietas padi di Yogyakarta. Tidak tanggung-tagung, cara pemotretannya adalah 1 butir demi satu butir sampai selesai 2000 butir beras. Mulai kelelahan dengan beberapa tugas, proposal tesis, dan juga jualan dengan enam karyawan yang ada. Mulai mencari pengganti admin untuk mengurus akan tetapi masih belum mendapatkan. Hal yang harus dilakukan adalah merekap penjualan setiap hari disela-sela kuliah.

Kadang saat kuliah berjalan pun aku harus melakukan analisis iklan instagram dan facebook yang terkena dampak kasus terbobolnya data facebook dan juga naiknya dolar. Melakukan rekap resi pengiriman dari ratusan pcs pesanan sampai kadang harus belajar lagi dirumah apa tadi yang disampaikan dosen karena perhatian yang harus terbagi. Begitu seterusnya sampai kadang ada pertanyaan bahwa kamu sudah diberikan fasilitas LPDP belajarlah dengan baik. Tapi jawabku adalah, ada enam karyawan yang menggantungkan penghasilannya dari penjualan jilbab ini. Kadang rasa bersalah ada, karena aku tak 100% menjalankan kuliahku dengan baik. Tapi aku masih punya cita-cita untuk membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya.

Awal bercita-cita untuk menyelesaikan kulian dengan waktu 1,5 tahun saja, tapi dikarena dosen pembimbing yang cuti dikarenakan melahirkan akhirnya semester tigaku penuh dengan jualan. Di sini aku mulai membuka kesempatan bagi mereka teman-teman yang kurang beruntung untuk menginjakan kakinya diperguruan tinggi, sampai akhirnya aku memiliki 14 karyawan dengan 3 online store. Siapa saja mereka? Lulusan S1 bahasa inggris universitas ternama pun ada, ibu rumah tangga juga ada.

Semester tiga adalah masa paling repot, dimana harus mempelajari matakuliah yang semakin “gak genah” hingga karyawan yang mulai gerah. Perkuliaan yang sampai larut malam dan harus menempuh jarak 45 KM untuk pulang sekedar merebahkan badan yang mulai lelah. Di tengah jalan roda yang sering aku naikipun mulai lelah, macet tak mau melangkah, ya sudah akhirnya pasrah ditengah-tengah. Hasil yang aku dapat kulihat kemudian ada tekad untuk mengganti roda dua yang lebih kuat. Semester tiga berlalu dengan cerita jualan dalam kelas dan kali ini aku menginjakan di tangga 4, semester terakhir dimana aku harus menyelesaikan dan menepati janji untuk mengabdi kepada negeri.

Allah begitu menyayangiku, kadang banyak teman awardee LPDP yang menantikan uang saku tiga bulannya, aku malah kadang lupa menengoknya. Teman yang lain mulai pengajukan proposal penelitian, aku berfikir biarkan untuk yang lain yang membutuhkan. Seharusnya dengan fasilitas yang di jalan sudah tidak mulai kehujanan lagi, aku harus bisa menyelesaikan tugas akhir dengan sebaik mungkin. Itu adalah yang aku semogakan. Menyelesaikan kuliah dengan baik dan juga berjalan dengan membuka lapangan pekerjaan seluas mungkin. Terimakasih LPDP atas kesempatan yang sangat luar biasa sampai aku bisa ikut berkembang dengan pasar online sampai dapat menginjakan kaki di baitullah, bersujud di depan Ka’bah, menjadi perantara mereka untuk mencari rejeki, dan menjadi calon Master of Computer Science tahun ini, Insya Allah.

Editor: Merlina M. B. Apul

Wahyu Sri Mulyani merupakan Awardee LPDP yang sedang menempuh studi Magister Ilmu Komputer di Universitas Gadjah Mada. Perempuan asal Kalibawang, Kulonprogo, ini juga merupakan owner toko online @ayuki_store, @id_kiarra, dan @id_qianzi.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *