The Details

Jul 29, 2017 .

Awardee LPDP Gelorakan Pelatihan Menulis Populer

Yogyakara, 29 Juli 2017 – Penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan secara intens menggelorakan pelatihan menulis populer. Tujuannya, untuk meningkatkan literasi masyarakat terhadap hasil-hasil penelitian kalangan akademisi.
“Melalui tulisan populer, kami yakini semakin banyak masyarakat yang memahami dan dapat menerapkan hasil penelitian yang dihasilkan perguruan tinggi,” ujar Narasumber Pelatihan Menulis Populer, Radja Napitupulu, usai pelatihan menulis populer bagian-4, di Kampus Fakultas Teknik Arsitektur (FTA) Universitas Gadjah Mada (UGM), Sabtu (29/07/2017).

Ia menuturkan, paling tidak terdapat beberapa tujuan pelatihan menulis populer bagi kalangan akademisi di Indonesia. Pertama, menginformasikan hasil penelitian akademisi kepada masyarakat luas dengan bahasa yang mudah dipahami.

Kedua, mengefektifkan tulisan ilmiah bagi masyarakat luas melalui tulisan populer.

“Tulisan populer yang dihasilkan, sama sekali tidak mengurangi content tulisan ilmiah itu sendiri. Namun sangat efektif bagi masyarakat luas karena dapat memahami hasil penelitian dengan bahasa sederhana,” terang Radja.

Ketiga, tulisan populer yang dihasilkan berdasarkan hasil penelitian akademis, merupakan pertanggungjawaban moral akademisi kepada masyarakat luas.

“Sehingga setiap tulisan ilmiah tidak lagi hanya menjadi ‘penghuni perpustakaan’ semata. Tapi dengan ditulis ulang menggunakan bahasa populer, harapannya masyarakat kurang terdidik pun dapat mengerti dan menerapkan hasil penelitian dalam kehidupannya,” papar Radja yang juga mahasiswa Doktor Program Studi Kebijakan UGM itu.

Pelatihan Intens

Menurut dia, pihaknya bersama dengan pengurus kelurahan UGM, secara intens telah melakukan pelatihan menulis populer kepada para mahasiswa dan dosen di lingkungan UGM serta para awardee LPDP lainnya yang berasal dari kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

“Kali ini, pelatihan dilakukan di FTA UGM. Harapan kami, pelatihan senada bisa dilakukan secara masif bagi seluruh civitas akademika UGM. Sehingga kontribusi para mahasiswa UGM sebagai kampus perjuangan, dapat terwujud optimal, melalui hasil penelitian yang ditulis secara populer,” tambah Radja lagi.

Ia menargetkan, melalui pelatihan menulis populer yang intens dilakukan, mampu menghasilkan akademisi yang dapat membahasakan ulang tulisan ilmiahnya melalui tulisan populer. Sehingga jika diasumsikan dari setiap fakultas memiliki 5.000 karya tulisan ilmiah, maka sedikitnya 10% diantaranya dapat dibahasakan secara populer.

“Bayangkan jika setiap fakultas di UGM dapat dihasilkan sedikitnya 500 tulisan populer saja setiap tahunnya, maka terdapat ribuan tulisan populer dan pemikiran ilmiah setiap tahunnya yang dapat dipahami dan diterapkan masyarakat dalam kehidupannya. Menulis populer merupakan salah satu tugas penting akademisi, sebagai jembatan penghubung dengan masyarakat luas,” tandas Radja.

Menulis itu Mudah

Selanjutnya, Radja mengatakan, upaya untuk terus memperkenalkan dan melatih kalangan akademisi dalam menulis populer, pihaknya telah menulis sebuah buku bertajuk “Menulis itu Mudah”.

Pada buku tersebut, terdapat 3 testimoni dari para pejabat publik yang sangat terkait dengan data-data dan hasil penelitian ilmiah. Yaitu pertama, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Prof. Bambang PS. Brodjonegoro, Ph.D. Kedua, Direktur Utama LPDP Eko Prasetyo. Dan ketiga, Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, D.Eng.

“Melalui buku ini, kami berharap dapat memberikan tutorial sederhana bagi kalangan akademisi untuk memahami dan menulis populer dengan menarik. Tahapan buku ini, kini sedang proses pencarian penerbit agar segera diterbitkan dan dapat menjadi berkah bagi banyak orang,” tutup Radja.

Sambut Baik

Senada dengan itu, Kepala Unit Departemen Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerjasama DTAP FT-UGM Dimas Doni Wihardyanto mengatakan, bahwa melalui pelatihan menulis populer pihaknya berharap dapat berkontribusi dalam meminimalisasi penyebaran berita-berita palsu dan tidak bertanggungjawab atau hoax. 

“Melalui pelatihan menulis populer ini kami berharap secara signifikan dapat menekan turun pemberitaan hoax yang marak terjadi, khususnya melalui pemberitaan hasil riset ataupun ilmu pengetahuan di kanal-kanal internet dan media sosial di era masyarakat digital,” papar Dimas.

Penulis: Radja H. Napitupulu

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *