The Details

Jul 03, 2017 .

Acuh atau Tak Mampu?

Indonesiaku, bagaimana kabarmu saat ini?

Aku melihatmu Indonesiaku, di tanah perjuangan para pahlawan untuk memerdekakan bangsa tumpah darah air ini. Dulu pejuang-pejuang yang tanpa lelah, tanpa imbalan, rela berkorban demi kemerdekaan bangsa Indonesia. Sekarang aku masih melihat pejuang – pejuang di era saat ini. Mereka mengobarkan semangat mereka sesuai bidang yang mereka kuasai dan mereka tularkan semangat cinta tanah air kepada generasi-generasi penerus. Akan tetapi, aku masih banyak melihat penjajah-penjajah yang mulai menghancurkan negeri pusaka ini. Negeri yang dengan tertatih-tatih dibangun dengan semangat gotong-royong perlahan mulai direbut oleh penjajah. Mereka mengambil dengan beringas, merusak ekosistem negeri ini, dan menghancurkan mental-mental pemuda Indonesia.

Penjajah ini ternyata bukan hanya dari negara asing yang selama ini aku ketahui, tetapi dari bangsa yang terlahir di tanah air ini. Miris melihatnya, ketamakan para penjajah membuat mereka lupa dimana mereka dilahirkan, mereka buta tak peduli dengan Indonesia yang sakit, yang mereka pedulikan hanya uang, uang, dan diri mereka sendiri. Mereka menipu Indonesia, menyakiti sampai menangis, dan membiarkan Indonesia berhenti berjalan. Sungguh mengerikan! Banyak orang yang berbicara kejelekan para penjajah namun mereka hanya mampu berkata namun tak beraksi. Banyak yang peduli, namun mereka hanya terdiam. Diam melihat negerinya semakin terpuruk.

Bagaimana jika ini terus terjadi?

Mereka lebih banyak berkata di media sosial tentang berbagai macam isu, sehingga mengakibatkan perang di media sosial menjadi-jadi. Mencibir sana-sini, melabeli dan menghakimi dengan semena-mena. Indonesia sebenarnya tidak menginginkan janji akan perkataan-perkataan yang tak berguna, tapi Indonesia memerlukan solusi atas permasalahan yang ada di negeri ini dengan tindakan-tindakan yang nyata dan bukan dengan omong kosong belaka. Jangan biarkan Indonesia ini jatuh ke tangan orang-orang yang serakah, orang – orang yang tak peduli dengan Indonesia, dan orang-orang yang masih tidak menanggap dirinya sebagai bagian dari tubuh Indonesia.

Oleh sebab itu, saya mempunyai gagasan atau ide yang cemerlang untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Mungkin saya hanya seorang mahasiswa yang tidak mempunyai kekuasaan dalam mengubah bangsa Indonesia menjadi lebih baik. Tapi saya percaya gerakan kecil ini akan memberikan dampak yang besar bagi Indonesia tercinta. Gerakan ini saya namakan dengan “Gerakan Perubahan”. Gerakan yang berawal dari permasalahan yang ada di masyarakat di suatu daerah. Kemudian kita nantinya berkumpul dengan para ahli sesuai dengan bidangnya untuk menggagas kerangka kerja sebagai solusi atas permasalahan tersebut. Kita juga akan bekerjasama dengan pemerintahan setempat dan instansi terkait untuk membantu kelancaran dalam pengerjaan program kerja. Kerangka kerja dilakukan dengan berdasar demi keuntungan banyak pihak bukan untuk pihak-pihak tertentu dan pastinya untuk kemajuan Indonesia yang lebih baik. Sehingga nantinya akan banyak isu-isu yang akan ditangani seperti tentang pendidikan, budaya, bahasa, biota laut, tata letak kota, teknologi, transportasi dan lain sebagainya. Mari bergerak dan jangan berkata tak mampu jika belum mencoba karena tak mampu berarti acuh terhadap Indonesia, tanah air ini.

Maria Ulfa
Awardee Beasiswa LPDP
Universitas Gadjah Mada

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *