UGM Ungkap 2 Penghambat Penyembuhan Luka Diabetes
Yogyakarta, 06 Juli 2017 – Peneliti Diabetes dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Khoirul Rista Abidin mengungkapkan 2 faktor penghambat dalam proses penyembuhan luka diabetes.
“Paling tidak, ada 2 faktor penghambat penyembuhan luka diabetes,” kata dia dalam siaran persnya, di Kampus UGM, Yogyakarta, Kamis (6/7/2017).
Kedua faktor tersebut adalah, pertama penanganan luka yang tidak steril karena pasien menggunakan peralatan seadanya. Akibatnya, bakteri dalam luka diabetes itu atau yang dikenal dengan staphylococcus aureus muncul dan menggerogoti luka tersebut.
“Pada bagian ini, pasien mencoba merawat sendiri lukanya, akibatnya menjadi lebih parah,” ucap dia.
Kedua, faktor psikologis yang memengaruhi pasien sehingga menurunkan daya tahan tubuhnya. Akibat penurunan daya tahan tubuh, menyebabkan bakteri itu lebih mudah berkembang.
Menurut dia, penelitian ini merupakan perbandingan penelitian di luar negeri dan di Pontianak. Penelitian di luar negeri, kata dia, menjelaskan bahwa menurunnya kadar kalium, infeksi bakteri, dan jumlah eksudat yang berlebihan menjadi penyebab sulitnya luka melewati fase pemulihan (proliferase).
Hasil penilitian ini mencatat, jumlah penderita diabetes mellitus tipe II di Pontianak masih sangat tinggi. Pada Klinik Kitamura yang merupakan klinik khusus yang menangani diabetes, terhitung pada tahun 2012 sebanyak 470 penderita di sertai komplikasi luka diabetic foot ulcer.
Penulis : KAR
Editor : Raja Napitupulu


