The Details

Jun 21, 2017 .

UNY-UM Kembangkan Pembelajaran Inovatif Peningkat Curriosity Mahasiswa

Sleman, 21 Juni 2017 – Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammdiyah Magelang (UM Mgl) mengembangkan model pembelajaran inovatif peningkat sikap rasa ingin tahu (curriosity) mahasiswa. Model pembelajaran tersebut diprakarsai oleh Burner sebagai orang pertama yang memperkenalkan pembelajaran discovery learning. Model pembelajaran ini sedang digencarkan pemerintah Indonesia melalui kurikulum 2013.“Hasil penelitian di UM Mgl menunjukkan bahwa sikap rasa ingin tahu mahasiswa yang menerapkan model pembelajaran discovery dalam perkuliahannya di kelas, mengalami peningkatan sikap pada persentase dengan kategori tinggi yakni sekitar 84, 20% dari jumlah total 38 mahasiswa,” ujar Mahasiswa Pascasarjana UNY Ermaniatu Nyihana di Sleman, Minggu (18/06/2017).

Ia mengatakan, secara umum mahasiswa UM Mgl berpotensi memiliki rasa penasaran dan ingin tahu yang cukup baik. Namun masih diperlukan adanya stimulus dalam mengembangkan dan mengeksplorasi pengetahuan mereka untuk lebih memahami Konsep Dasar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) secara mendalam.

Menurut dia, jika sikap rasa ingin tahu mahasiswa ditingkatkan, maka sikap ilmiah pada mahasiswa juga dapat meningkat.

“Memasuki pendidikan abad 21 saat ini, sangat dibutuhkan sikap ilmiah dalam menghadapi era digital seperti sekarang ini,” kata Erma.

Presiden Emeritus Universitas Harvard Prof Derek Bok, dalam tulisan wakil presiden ke 11 Amerika Serikat (AS) memaparkan, pendidikan S-1 di AS bertujuan memberikan bekal 8 kemampuan kepada mahasiswanya. Salah satunya adalah, rasa ingin tahu yang harus dikembangkan guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.

Kemampuan berpikir jernih dan kritis, lanjut Erma, merupakan kemampuan mengajukan pertanyaan yang relevan, mengenali dan mendefinisikan masalah, menyadari dan mempertimbangkan argumentasi dari berbagai sisi dari suatu permasalahan, serta mencari dan menggunakan secara efektif data dan informasi yang relevan. Akhirnya, mengambil sikap dan kesimpulan setelah mempertimbangkan semuanya dengan cermat. Model Pembelajaran discovery mengakomodasi sasaran ideal universitas di sana. Segala bentuk proses pembelajaran telah digambarkan dengan jelas oleh Profesor Harvard ini.

“Kedengaran terlalu idealistik, tetapi itulah kemampuan ideal di sana. Tentunya kita boleh puas diri atas apa yang telah kita capai sekarang ini. Terus berinovasi dan mengembangkan pembelajaran dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan merupakan langkah cerdas dalam mewujudkan cita-cita bangsa untuk ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa ini,” harap Erma.

Penulis: (ERN)
Editor: Raja Napitupulu

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *